JANGKAR

Aku berfikir karna itu aku ada dan aku berfikir karna itu aku sadar akan keberadaan ku.

Wilujeng Blogs HIMAPA OSIRIS

HIMAPA OSIRIS....Tuhan Bersama Orang-orang yang Berani!!!Sekretariat:Jl.Soekarno-Hatta No. 456 Bandung

Janji HIMAPA OSIRIS

  1. HIMAPA OSIRIS Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. HIMAPA OSIRIS Berbakti dan Menjalankan kewajibannya kepada bangsa, tanah air dan umat manusia umumnya serta Almamater PKN LPKIA Bandung khususnya.
  3. HIMAPA OSIRIS Menjunjung tinggi kemanusiaan
  4. HIMAPA OSIRIS Sadar bahwa Alam beserta isinya adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dijaga.
  5. HIMAPA OSIRIS Wajib memelihara tali persaudaraan antara Pecinta Alam lain dan sesama anggota HIMAPA OSIRIS.
  6. HIMAPA OSIRIS Wajib menjaga nama baik HIMAPA OSIRIS dan Almamater.

Minggu, 04 April 2010

Cuaca Cerah Curug Cikaso

Saya dan Agra tiba di desa Surade pukul dua siang. Setelah makan siang di sebuah warung, kami memutuskan untuk mampir ke Curug Cikaso yang berada sekitar 10 km dari Desa Surade. Pertimbangan kami, selain waktu masih jauh dari senja, langit juga tidak terlihat mendung. Sebuah kondisi cuaca yang jarang dijumpai saat musim hujan. Jadilah kami merasa saat itu merupakan waktu yang tepat untuk mampir ke Curug Cikaso.

Sabtu, 03 April 2010

KEBUDAYAAN BADUY (Sebuah Kepatuhan Mutlak)


Masyarakat Baduy sejak dahulu memang selalu berpegang teguh kepada seluruh ketentuan maupun aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Pu’un (Kepala Adat – red) mereka. Kepatuhan kepada ketentuan-ketentuan tersebut menjadi pegangan mutlak untuk menjalani kehidupan bersama. Selain itu, didorong oleh keyakinan yang kuat, hampir keseluruhan masyarakat Baduy Luar maupun Baduy Dalam tidak pernah ada yang menentang atau menolak aturan yang diterapkan sang Pu’un.

Suku Anak Dalam yang Malang

Dear Baltyrans di manapun berada sharing tulisanku kali ini tentang Suku Anak Dalam atau populer disebut juga Suku Kubu, tulisan ini terinspirasi saat menonton berita di TV tentang Suku Kubu yang harus keluar dari habitat mereka di kawasan hutan di pedalaman Jambi dan terpaksa memasang tenda plastik di tanah perkebunan sawit milik warga. Untuk makan sehari-hari mereka terpaksa memunguti buah-buah sawit yang jatuh ke tanah, lalu menjual buah sawit tersebut ke tengkulak penadah buah sawit. Hal ini tentu merugikan petani sawit yang lahan sawitnya ditempati oleh beberapa keluarga dari Suku Kubu ini.

Hukum Adat di Persimpangan Jalan: Kasus Suku Anak Dalam

Indonesia telah dikenal sebagai negara yang multietnis dan multikultur. Meskipun sudah berada dalam ruang ‘modern state’ sejak para founding fathers menyatakan kemerdekaan terhadap kolonialisme Belanda di tahun 1945, namun residu dari situasi kolonial yaitu keberadaan kelompok masyarakat adat dengan semua problematika mereka dalam konteks Indonesia sebagai modern state hingga kini masih eksis. Hal ini diperlihatkan oleh peristiwa yang berlangsung dalam kurun triwulan pertama tahun 2009, ketika media baik cetak maupun elektronik yang memberitakan tentang kasus perseteruan antara dua Suku Anak Dalam yang mendiami Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi di Pengadilan Negeri Sorolangun Jambi. Kasus ini bermula