JANGKAR

Aku berfikir karna itu aku ada dan aku berfikir karna itu aku sadar akan keberadaan ku.

Wilujeng Blogs HIMAPA OSIRIS

HIMAPA OSIRIS....Tuhan Bersama Orang-orang yang Berani!!!Sekretariat:Jl.Soekarno-Hatta No. 456 Bandung

Janji HIMAPA OSIRIS

  1. HIMAPA OSIRIS Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. HIMAPA OSIRIS Berbakti dan Menjalankan kewajibannya kepada bangsa, tanah air dan umat manusia umumnya serta Almamater PKN LPKIA Bandung khususnya.
  3. HIMAPA OSIRIS Menjunjung tinggi kemanusiaan
  4. HIMAPA OSIRIS Sadar bahwa Alam beserta isinya adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dijaga.
  5. HIMAPA OSIRIS Wajib memelihara tali persaudaraan antara Pecinta Alam lain dan sesama anggota HIMAPA OSIRIS.
  6. HIMAPA OSIRIS Wajib menjaga nama baik HIMAPA OSIRIS dan Almamater.
Tampilkan postingan dengan label Climbing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Climbing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juli 2010

Gaya Rock Climbing

Sebagian besar pendakian dilakukan di zaman modern dianggap bebas pendakian --- mendaki sendiri kekuatan fisik seseorang menggunakan dengan peralatan yang digunakan hanya sebagai perlindungan dan bukan sebagai dukungan-sebagai lawan dari bantuan pendakian , yang tergantung pada bentuk peralatan pendakian yang dominan dalam olahraga hari sebelumnya. Gratis pendakian biasanya dibagi menjadi beberapa gaya yang berbeda dari satu sama lain tergantung pada peralatan yang digunakan dan konfigurasi dari belay mereka, tali, dan jangkar sistem (atau kekurangan daripadanya).

  • Bantuan Climbing - Masih metode yang paling populer memanjat dinding besar. Kemajuan ini dicapai dengan berulang kali menempatkan dan gigi pembobotan yang digunakan secara langsung untuk membantu pendakian dan meningkatkan keselamatan.

Selasa, 27 April 2010

Climbing di sekolah - 10 pertanyaan dan jawaban

Kegiatan Panjat Membuat Game Pengajaran! 
Climbing di sekolah saya: 10 pertanyaan dan jawaban untuk guru pendidikan jasmani. 
Pembelian dari panjat tebing buatan merupakan langkah utama dalam evolusi sekolah dan konsekuensi dari keputusan seperti itu sangat banyak. Sebelum pembelian, Anda harus memastikan bahwa Anda akan mampu mengajar pendakian, apakah anggaran yang Anda inginkan akan memungkinkan Anda untuk melakukan pembelian, apakah Anda memiliki ruang yang diperlukan tersedia dan apakah ini adalah suatu kegiatan yang akan bertepatan dengan Anda sendiri kesibukan sebagai guru atau administrator. Setelah itu, Anda akan perlu memilih pemasok yang kompeten dengan siapa Anda dapat merencanakan semua tahap instalasi Anda memanjat dinding. Terakhir, Anda akan perlu mengembangkan pendekatan sendiri pribadi Anda sehingga panjat tebing menjadi alat pedagogis itu akan hidup sampai dengan harapan Anda. Saat itu Anda akan bergabung dengan barisan orang-orang yang telah membuat kegiatan mendaki bagian sentral pendidikan jasmani kelas mereka. 
Climbing di sekolah saya: 10 pertanyaan dan jawaban untuk guru pendidikan jasmani akan membimbing Anda ketika Anda membuat pilihan Anda dan memungkinkan Anda untuk pergi pada kecepatan Anda sendiri, sambil menyediakan Anda dengan alat-alat penting Anda butuhkan. 
1:

Di mana ide mengajar di sekolah pendakian berasal? 
2:

Apa yang mendaki lakukan untuk mereka yang mempraktekkan aktivitas? 
3:

Apa manfaat dari panjat tebing untuk mahasiswa saya? 
4:

Dapatkah saya mengajar pendidikan jasmani pemanjatan di kelas saya? 
5:

Apa yang perlu saya tahu sebelum saya melangkah lebih jauh? 
6:

Bagaimana Anda mengelola keamanan di dinding panjat? 
7:

Bagaimana cara menginstal panjat tebing di sekolah saya? 
8:

Bagaimana cara menggunakan dinding panjat dengan mahasiswa saya? 
9:

Berapa biaya untuk menginstal panjat tebing di sekolah saya? 
10:

Apakah ada hal lain yang harus kuketahui tentang mendaki atau panjat dinding? 

Sabtu, 09 Januari 2010

Climbing Knots for Beginners

The Climbing Rope is a key tool in Climbing. You will not be able to use your rope effectively if you do not know how to tie knots and what situation calls for a specific knot. These purposes and more are more than enough for beginners to learn how to tie knots commonly used in Rock Climbing. In this section, know several knots that you should know and learn when they are used.

Alpine ButterflyIf you need to attach a Carabiner or any piece of gear to a loop in the rope then you need to tie a Single Loop Knot. Examples of this knot classification are Alpine Butterfly, Bowline, and Figure Eight Knots.

Double Alpine Butterfly
Double Loop Knots are usually tied for more security or if you want to have a double hold when hauling up or lowering load. A Double Alpine Butterfly is a good example of a Double Loop Knot.

Clove HitchTo control the descent when belaying, or apply friction on the rope and your Carabiner or other piece of equipment, tie a Hitch. This is a type of knot wherein the rope is tied or looped to an object such as a Carabiner or post. You can also tie a Hitch to anchor yourself immediately without a sling. Prusik Knot, Clove Hitch, and Italian Hitch are common examples of this classification.

Overhand KnotMeanwhile, another classification is the Stopper Knot. As the name suggests, the knots under this category are usually tied at the end of the rope to prevent it from fraying or unraveling. The Overhand, Double Overhand, and Figure Eight Knots are all part of the Stopper Knot family.

Water Knot
If you need a long rope but you do not have one, you can tie two ropes through Bends. The Water Knot and Fisherman's Knot are good examples of Bends.


These are the different basic knots used in Rock Climbing. Know when and how they are used and learn how to tie them. You will learn other Climbing Knots as you gain experience.

Single Loop Knots


Alpine Butterfly Knot
Alpine Butterfly Knot
The Alpine Butterfly is also considered to be one of the best and most secure Single Loop Knots that can be tied in the middle of a rope when you don't have access to the ends.

Bowline
Bowline
The Bowline has been called the "King of Knots" and it is used around the world in one form or another. Learn how and where the Bowline is used in this section.

Figure Eight Loop
Figure Eight Loop
The Figure Eight Loop is generally considered to be 10-15% stronger than the basic Bowline. This loop is very easy to remember. Learn how to tie this knot with the help of our animation and easy-to-follow steps.

Double Loop Knots


Double Figure Eight Loop
Double Figure Eight Loop
Also known as bunny ears, the Double Figure Eight Loop is a strong and secure knot which is tied to equalize the load on two anchors clipped to the 'ears'.

Double Alpine Butterfly
Double Alpine Butterfly
If you want to make two loops in the middle of a rope and you do not have access to the two ends of it, tie a Double Alpine Butterfly Knot. Learn how in this section.

Hitches


Prusik Knot
Prusik Knot
Tying a Prusik Knot will enable you to ascend a rope or haul up load. Learn how to tie this knot with the help of our animation and easy-to-follow steps.

Clove Hitch
Clove Hitch
The clove hitch knot is popular because it is easy to do. It is one of the most frequently used knots which is essential for both summer and winter climbing.

Italian Hitch
Italian Hitch
The Italian Hitch is an extremely useful knot as it can be used for Belaying, Abseiling, and rigging. Learn how to tie the Italian Hitch in this section.

Stopper Knots


Overhand Knot
Overhand Knot
This is a fundamental knot which forms the basis of other essential knots. It is usually tied at the end of the rope or line. Learn how to tie an Overhand Knot in this section.

Double Overhand Knot
Double Overhand Knot
This knot is more preferable to be used as a stopper knot because it is harder to untie and is less likely to pull through. Learn how to tie a Double Overhand Knot with the help of our animation.

Figure Eight Knot
Figure Eight Knot
If you need to learn one knot, then it should be the Figure of Eight knot. There are generally two methods to use the Figure of Eight Knot. Learn how to tie the Figure of Eight Knot in this section.

Bends


Water Knot
Water Knot
The Water Knot is used for joining the ends of a webbing waistline or a sling. It is also known as Ring Bend or Tape Knot. Learn how to tie this knot in this section.

Fisherman's Knot
Fisherman's Knot
The Fisherman's Knot is usually used to tie two ropes or lines with roughly the same diameter such as Fishing Lines, hence the name. Learn more about this knot in this section.

Double Fisherman's Knot
Double Fisherman's Knot
As the name suggests, the Double Fisherman's Knot involves tying two Fisherman's Knots. This is commonly used to tie the ends of two ropes of different diameters.


If you are an advanced climber, you might want to learn about alternatives for certain types of knots. Learning more knots will allow you to possess alternative techniques you can use as and when required. When is it better to use the Figure Eight Knot rather than the Clove Hitch in creating a belay? Which is the best to use when tying two ropes together to abseil off and why?

SEKILAS PANJAT TEBING

Sebagaimana diketahui, olah raga panjat tebing yang populer di kalangan remaja sebagai olah raga panjat dinding pada akhir-akhir ini menjadi sangat populer dan banyak diminati oleh para remaja generasi muda kita. Hal ini tampak dari semakin seringnya diselenggarakan kejuaraan sejenis, baik yang dilakukan di sekolah sebagai kegiatan ekstra kurikuler yang digemari maupun yang diselenggarakan oleh para mahasiswa pecinta alam sebagai salah satu kegiatan integrasi antara mahasiswa dan pelajar sekolah lanjutan. Olah raga panjat dinding telah menjadi ?trend? yang digemari dan dijadikan olah raga tantangan bagi para generasi muda.

Di samping itu, olah raga yang penuh tantangan dan harus dilakukan dengan keberanian dan ketrampilan ini ternyata mampu menjadi olah raga alternatif bagi para generasi muda kita, untuk menyalurkan energi mereka pada kegiatan yang positif dan konstruktif. Olah raga panjat tebing memiliki seperangkat nilai positif yang harus kita kembangkan terus, antara lain pembentukan watak dan karakter, mengokohkan kepribadian, memupuk jiwa sportif, sederhana, patriotis dan penuh semangat juang, serta merupakan penyaluran bakat dan prestasi.

Olah raga keras seperti panjat tebing ini mengandung beberapa nilai positif unruk pembinaan kepribadian. Nilai tersebut dibutuhkan dalam mengembangkan kepribadian bagi penyiapan sumber daya manusia untuk pembangunan. Nilai tersebut antara lain :



  • Sebagai arena penumbuhan dan pembinaan disiplin





  • Dapat memupuk semangat dan jiwa kompetisi yang sehat





  • Mendidik pribadi yang kuat, ulet, dan tidak kenal menyerah





  • Membina kemampuan fisik yang prima





  • Membina persatuan dan kesatuan





  • Membangkitkan rasa cinta tanah air





  • Menuntut kemampuan teknis khusus, sehingga harus mengikuti perkembangan teknologi





  • Meningkatkan sumber daya manusia
    Dibandingkan dengan olah raga lainnya, panjat tebing termasuk sangat khas. Untuk bisa melakukan olah raga ini tidak cukup hanya mengandalkan fisik dan mental yang sempurna, namun kita juga perlu peralatan yang memadai untuk tetap menjamin keselamatan selama memanjat.

    Perkembangan kegiatan panjat tebing di Indonesia adalah merupakan perwujudan nyata dari dinamika pemuda Indonesia yang dengan sadar menghimpun dirinya dalam organisasi-organisasi induk kegiatan pemanjat tebing dan pendaki gunung sesuai dengan jenis dan fungsinya dengan tujuan akhir mencapai cita-cita berlandaskan falsafah negara Pancasila.

    Pemerintah sendiri selalu mendorong dan memberikan motivasi serta menciptakan iklim yang kondusif agar olah raga panjat tebing dapat berkembang dengan pesat, karena dengan demikian kita telah berupaya membina dan mengembangkan kegiatan olah raga pecinta alam agar dapat meluas dan merata ke seluruh tanah air. Diselenggarakannya kegiatan panjat tebing dengan menggunakan dinding buatan memungkinkan masyarakat luas di perkotaan dapat menikmati atraksi penampilan para pemanjat tebing, dengan demikian akan dapat memberikan dampak langsung dalam memperluas minat remaja kepada olah raga ini.

    Kilas Balik Panjat Tebing Indonesia
    1976
    Harry Suliztiarto mulai latihan memanjat di Citatah. Patok pertama panjat tebing modern di Indonesia.

    1977
    Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan oleh Harry Suliztiarto, Heri Hermanu, Deddy Hikmat, dan Agus R.

    1979
    Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Disengaja atau tidak, merupakan upaya pertama di Indonesia untuk mempublikasikan panjat tebing.

    1980
    Tebing Parang di Jawa Barat untuk pertama kalinya dipanjat oleh tim ITB. Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing angkatan pertama. Wanadri menjadi tim Indonesia pertama yang berekspedisi ke Cartensz Pyramide. Mereka gagal mencapai puncak, namun berhasil di Puncak Jaya dan Cartensz Timur. Sedangkan ekspedisi gabungan Mapala UI dan tim AS mendaki Puncak Trikora.

    1981
    Dua ekspedisi Indonesia sekaligus di dinding Selatan Carstensz: Mapala UI dan ITB. Salah seorang anggota tim Mapala UI, Hartono Basuki, gugur di sini. Korban pertama pendakian di Cartensz. Jayagiri dari Bandung mengirimkan Danardana mengikuti sekolah pendaki gunung di Glenmore Lodge, Skotlandia, dilanjutkan pendakian Matterhorn di Swiss.

    1982
    Jayagiri mengirimkan Irwanto ke sekolah pendakian di ISM di Swiss, dilanjutkan ekspedisi 4 orang ke Monte Rosa di Swiss serta Mont Blanc dan Matterhorn. Dua ekspedisi ke Cartensz: Wanadri dan Pataga Jakarta. Ahmad dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh di Tebing 48 Citatah. Korban pertama panjat tebing di Indonesia.

    1984
    Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu di Bali, berhasil dipanjat oleh kelompok Skygers dan Gabungan Anak Petualang dari Surabaya.

    1985
    Tebing Serelo di Lahat, Sumatra Selatan, dipanjat tim Ekspedisi Anak Nakal. Ekspedisi Mapala UI gagal mencapai Puncak Chulu West (6584 m) di Himalaya. Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Eiger. Timnya yang lain, di antaranya Don Hasman, berhasil mendaki Kilimanjaro (5859 m) di Afrika.

    1986
    Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang diselatan Sulawesi Selatan. Kelompok Unit Kenal Lingkungan Univeritas Pajajaran Bandung memanjat Gunung Lanang di Jawa Timur. Tim Jayagiri merampungkan Dinding Ponot di air terjun Sigura-gura, Sumatera Utara. Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam, dan sempat ditayangkan oleh TVRI.

    1987
    Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta di Kalimantan Barat. Kelompok Trupala memanjat tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Skygers memanjat Sepikul di Jawa Timur. Beberapa ekspedisi dari Indonesia dikirimkan ke luar negeri. Mapala UI ke Puncak Chimborazo (6267 m) dan Cayambe (gagal) di Pegunungan Andes. Ekspedisi Wanita Indonesia Mendaki Himalaya ke Imja Tse di Nepal. Ekspedisi Jayagiri Saddle Marathon yang terdiri dari Mamay S. Salim dan Bambang Hertadi mencapal puncak tertinggi Afrika, Kilimanjaro, dengan membawa sepeda. Tim ini juga mendaki Mount Kenya di Afrika dan Imja Tse, tanpa sepeda. Ekspedisi Wanadri gagal mencapai Puncak Vasuki Parbat (6792 m) di Ghar, India. Lomba panjat tebing pertama di Indonesia dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran, Bali. Tiga Angota Aranyacala dan 1 mahasiswa sipil Trisaksi tewas terbunuh dekat Ilaga, dalam perjalanan ke Cartensz.

    1988
    Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4 atlet pemanjat Prancis yang diundang atas kerjasama Kantor Menpora dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan kursus singkat. Menjelang akhir acara, terbentuk Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia (FPTGI), diketuai Harry Suliztiarto. Ekspedisi panjat tebing yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wanita, Ekspedisi Putri Parang Aranyacala, memanjat Tower III Parang. Kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor. Ekspedisi UKL Unpad kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang, di Batu Unta, tewas terjatuh. Panjat kebut pertama kali dilakukan oleh Sandy Febyanto dan Djati Pranoto, di Tower I Parang, dalam waktu 4 jam(240 menit). Sekaligus merupakan pemanjatan tebing besar pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya dihubungkan tali, jalur tersebut dinamakan '240'. Lomba panjat tebing buatan pertama dilakukan di Bandung, mengambil tempat di suatu gardu listrik. Ekspedisi Wanadri berhasil menempatkan 3 pendakinya di Puncak Pumori (7145 m) di Himalaya. Menyusul, pasangan F.Hendricus Mutter dan Vera MW dari Jayagiri mendaki Imja Tse, tanpa sherpa. Di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu 2 hari pemanjatan dinding utara Eiger, mulur menjadi 5 hari. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama. Di Yosemite, AS, Sandy Febyanto dan Djati Pranoto memanjat Tebing Half Dome (gagal memecahkan retor John Bachar dan Peter Croft, 4,5 jam) dan El Capitan (gagal memecahkan rekor 10,5 jam).

    1989
    Awal tahun dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah, gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febyanto, jatuh di Tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di Bumi Pertiwi ini. Tim Panjat Tebing Yogyakrta / TPTY melakukan ekspedisi ke Dinding Utara Carstensz tetapi gagal mencapai puncak secara direct, namun jalur normal Carstensz berhasil dipanjat sebelumnya. Kembali kawasan Citeureup dirambah anak Aranyacala, kali ini Tebing Rungking. Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur diseputaran dalam kawah Gunung Kelud. Kemudian tim Jayagiri dalam persiapannya ke Lhotse Shar di Nepal, mematok target memanjati semua pucuk-pucuk tebing sekeliling kawah Kelud tadi, tapi tak berhasil. Ekspedisi Lhotse Shar itu sendiri batal berangkat. Tebing Uluwatu dipanjat ekspedisi putri yang kedua, dari Mahitala Unpar. Kelompok MEGA Universitas Terumanegara melakukan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing, beruntun di tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur, dan berakhir di Uluwatu, dalam waktu hampir sebulan, marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala dia
    Bambapuang, tapi musibah menimpa sebelum puncak tergapai. Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian. Tahun ini tercatat tak kurang dari sepuluh kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di Indonesia. Beberapa yang besar antara lain di Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, ISTN Jakarta, di Markas Kopassus Grup I Serang, dua kali oleh Trupala SMA-6 (di Balai Sidang dan Ancol), lalu SMA 70 Bulungan Jakarta, kelompok KAPA FT Ul, Geologi ITB.
    Mapala Ul bikin 2 ekspedisi, Mount Cook (3764 m) di Selandia Baru dan Puncak McKinley (6149 m) di Alaska. Empat anggota Wanadri mengikuti kursus pendakian gunung es di Rainier Mountaineering Institute di AS, dilanjutkan dengan bergabung dengan ekspedisi AS ke Kangchenjunga di Himalaya. Di Alpen, Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia berhasil pula merampungkan misinya, mendaki 5 puncak tertinggi di 5 negara Eropa, Mont Blanc (4807m, Perancis), Grand Paradiso (4601 m, Italia), Marts Rosa (4634 m, Swiss), Grossgiockner (3978 m, Austria) dan Zugsptee (2964 m, Jerman Barat). Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo di Tower III Tebing Parang. Artificial solo climbing pada big wall yang pertama di Indonesia.

    1991
    Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Annapurna IV, Himalaya, pada Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia. Tim Srikandi Tim Panjat Tebing Yogyakarta (6 orang) membuat jalur diBukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur. Tim URAL Jakarta berhasil memanjat tegak lurus sisi Barat Gunung Gajah (220 m) di Pemalang Jawa Tengah. Mauli M.M.Wibowo dengan pemanjatan Solo berhasil mencapai puncak dinding selatan Bamba Puang (Sulawesi Selatan).

    1992
    Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas diterjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina. Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia menjejakkan kakinya di Puncak Tebing Cima Ovest, Tre Cime, Italia. Ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.
    Senin, 20 Juli 1992, Robbyanto dan Sugiarto dari Marsipala Universitas Tarumanegara Jakarta berhasil memecahkan rekor pemanjatan pada jalur 240 di dinding timur Gunung Parang (946 m dpl), Purwakarta Jawa Barat. Rekor yang semula diukir oleh pasangan alm.Sandy Febyanto dan Djati Pranoto dengan waktu 240 menit pemanjatan. Dipecahkan dengan waktu pemanjatan 127 menit.

    Tim Pengda FPTI DKI Jakarta berhasil memanjat dinding utara Gunung Spikul di kawasan Watu Limo, Trenggalek Jawa Timur, ekspedisi yang pertama kali di Indonesia yang dikelola Pengda FPTI.

    1996
    Panjat Tebing pertama kali berkiprah dalam ajang PON XIV di Jakarta sebagai eksebisi.

    1997
    Clara Sumarwati membuat kontroversi dalam pendakiannya di Everest, puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya. Banyak pihak yang meragukan kedua kakinya telah menjejak puncak tertinggi di dunia itu. Pratu Asmujiono anggota pendaki dari Kopassus menjadi orang pertama Indonesia yang menjejakkan kakinya di puncak tertinggi Himalaya, Everest. Asmujiono berangkat bersama tim Ekpedisi Everest Indonesia yang merupakan gabungan anggota Kopassus dan pendaki sipil lainnya.

    2000
    PON XV di Jawa Timur panjat tebing mulai dilombakan sebagai cabang olahraga mandiri.

    2004
    PON XVI di Palembang Sumatera Selatan panjat tebing mulai didukung secara penuh oleh PB PON.
    13 Agustus 2004, General Assembly Federasi Panjat tebing ASEAN (South East Asia Climbing Federation - SEACF) di Jakarta. salah satu hasilnya adalah menetapkan Maman Hermansyah sebagai Presiden SEACF.




  •